Monday , September 25 2017
Home / Buku / DAHSYATNYA MENGIKAT MAKNA

DAHSYATNYA MENGIKAT MAKNA

Hernowo, adalah seorang penulis hebat yang sudah menghasilkan karya-karya terbaiknya dalam berpuluh-puluh judul buku dalam waktu yang sangat singkat, serta dengan pengalaman-pengalaman dalam berbagai forum kepenlisan menunjukkan kepiawaiannya dalam meramu dan merajut kalimat perkalimat,sehingga menjadi bacaan yang menarik dan apik.Membaca buku ini bikin siapa saja termotivasi untuk melakukan pesan-pesan yang disampaikan, serasa terhipnotis oleh rangkaian kalimatnya yang menakjubkan.Inovasi-inovasi untuk mengubah pemikiran pembaca sangat layak untuk diapresiasi.Kata perkata menjadi pertimbangan matang untuk dituliskan, namun tidak menghilangkan kemudahan dan mengalirnya tulisan yang dibuat, sehingga siapapun yang baca pasti paham dan mengerti serta dapat dengan mudah dipraktekkannya.

Hernowo memberikan gambaran kongkrit tentang bagaimana membaca efektif, memahami makna secara konkrit, mengalirkan imajinasi dan ide-ide yang ada dalam pikiran untuk dituangkan ke dalam bentuk tulisan.Trik dan teknik mengolah tulisan menjadi tulisan yang menarik juga disampaikan dalam buku ini.Semangat dan motivasi yang disampaikan dalam buku ini sungguh sangat menarik dan atraktif.Dengan berbagai referensi tentang bagaimana mengikat makna yang dilakukan oleh para penulis hebat disampaikan dalam bahasa yang lugas, mudah dipahami dan mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Ada tiga kegiatan membaca yang baik menurut Hernowo dalam buku ini, yaitu (1) membaca yang baik adalah peka terhada keberadaan buku-buku yang baik atau bergizi; (2) memanfaatkan kegiatan membaca sebagai kegiatan belajar, yaitu belajar tulisan-tulisan yang baik dan memenuhi kaidah-kadiah penalaran dan ketatabahasaan yang telah disepakati bersama; dan (3) membaca secara efektif, yaitu kegiatan membaca yang mempunyai efek  atau pengaruh terhadap peningkatan kualitas diri (hal. 100).

Harus diakui bahwa, setiap apa yang kita baca, apapun bacaannya, pastinya mempunyai nilai yang dapat diambil dalam bacaan tersebut. Membaca Koran, tentunya akan mendapatkan informasi terbaru tentang apa yang terjadi. Membaca jurnal, tentunya mendapatkan pengetahuan baru tentang hasil penelitian yang dihasilkan oleh orang lain. Atau membaca buku, tentunya ada makna dan pesan yang terkandung di dalam buku tersebut.Membaca apa saja, pasti ada pesan yang terkandung di dalamnya.

Makna-makna dalam bahan bacaan itu akan hilang bersama senja di sore hari jika tidak diikat dengan menuliskannya. Makna akanterhapus dalam memori pikiran jika tidak dituangkan dalam bentuk tulisan, akan sirna seiring tergelincirnya matahari di ufuk barat, bahan bacaan seringkali lupa ketika selesai membaca, karena tidak mengikatnya secara baik. Memahami apa yang dibaca, tetapi tidak mengerti maksud dari bacaannya.

Sebegitu pentingnya pesan membaca, pada halaman pertama, Hernowo menggelegarkan kutipan dari Prof. Quraish Shihab menjadi pembuka dan pembakar semangat membacanya, yaitu Iqra’ Wa Rabbukal-Akram.Kata al-akram yang berbentuk superlatif (bentuk kata yang menyatakan paling atau ter-) adalah satu-satunya ayat di dalam Al-Quran yang menyifati Tuhan dalam bentuk tersebut.Pengertian yang terkandung di dalamny adalah bahwa Tuhan dapat menganugerahkan puncak dari segala yang terpuji bagi setiap hamba-Nya, terutama dalam kaitannya dengan perintah membaca.(hal. 7).

Pesan yang ingin disampaikan dalam catatan di atas menunjukkan bahwa begitu pentingnya membaca dalam ranah apapun.Kemampuan membaca merupakan bentuk anugerah paling besar dari Tuhan untuk umat manusia.Bahkan dalam Al-Quran merupakan anjuran yang wajib diberikan pertama kali kepada anak-anak kita.Membaca merupakan bagian yang sangat central dalam kehiduan manusia.Bayangkan saja seandainya manusia tidak dapat membaca, niscaya tidak akan mengerti tentang makna hidup dan kehidupan ini. Perintah membaca adalah sebuah pintu masuk bagi manusia untuk menjadikan dirinya menjadi manusia-manusia insan kamil yang mendapatkan terbaik dari Allah swt.Betapa membaca mempunyai kekuatan yang maha dahsyat untuk menjadikan manusia berkualitas.

Namun demikian, membaca bukanlah sekedar aktifitas formal, Hernowo memberikan analogi membaca seperti makan.Mengutip pesan yang disampaikan oleh Ali Syari’ati dalam buku ini mengatakan bahwa buku itu seperti makanan, tetapi makanan untuk jiwa dan pikiran.Buku adalah obat untuk luka, penyakit, dan kelemahan-kelemahan perasaan dan pikiran manusia. Jika buku mengandung racun, jika buku dipalsukan, akan timbul bahaya kerusakan yang sangat besar. (hal. 128).

Judul               : Flow di Era Socmed: Efek Dahsyat Mengikat Makna
Penulis             : Hernowo Hasim
Penerbit           : Kaifa, PT. Mizan Pustaka
Cetakan           : I, Mei 2016
Tebal               : 228 Halaman
Peresensi         : Hayat (aktivis NU, Peneliti Lakpesdam NU dan Dosen Ilmu Administrasi Publik Universitas Islam Malang)

About Admin

"Dari aswaja untuk bangsa" | Admin Utama | tasamuh.id@gmail.com | i.g @tasamuh.id | Lakpesdam Kota Malang

Lihat Juga

MEMBANGUN KESADARAN BERLITERASI

Menulis itu membutuhkan keterampilan dan ketekunan. Tidak hanya menuangkan ide atau gagasan saja, tetapi memberikan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *