Monday , September 25 2017
Home / Buku / Membangun Karakter melalui Perguruan Tinggi

Membangun Karakter melalui Perguruan Tinggi

Persoalan karakter terjadi dimana-mana bagi generasi muda saat ini. Demoralisasi menjadi pemandangan yang sering kita lihat di layar televisi. Kekerasan antar remaja, pergaulan bebas, tawuran dan kriminalisasi menghiasi pemberitaan media indonesia. Berbagai benturan globalisasi menggerus moral bangsa dengan berbagai bentuk, hedonisme dan mengabaikan prinsip-prinsip etika dalam kehidupan masyarakat. Hal itu juga dipengaruhi oleh minimnya hubungan sosial yang terjalin. Individualisme sudah menjadi latar hidup masyarakat modern yang dibentuk melalui karakter pribadi hingga karakter sosial.

Namun demikian, pada kondisi degradasi moral berimplikasi pada krisis karakter mahasiswa. Hal itu dipengaruhi oleh karakter kelompok teman, pengaruh media ICT, kondisi tempat kos, budaya kampus yang kurang humanis, pendidikan nilai yang mengembangkan aspek intelektual, dan city syndrome.  Sri Sumarni dalam hal ini kurang memasukkan pengaruh keluarga mahsiswa. Pengaruh keluarga sejatinya mempunyai dampak signifikan terhadap perkembangan karakter mahasiswa. Keluarga mempunyai entry point atas karakter individu mahasiswa yang dibawa dalam kehidupan lingkungan mahasiswa itu sendiri.

Yudi Latif (2014) dalam bukunya Mata Air Keteladanan memberikan gambaran yang menyentuh sanubari terkait dengan semakin tingginya krisis moral dan karakter. Ia mengemukakan bahwa untuk dapat keluar dari krisis suatu bangsa, terutama krisis moral dan karakter. Tidak dapa dilakukan hanya melalui transformasi institusional, tetapi  diikuti oleh transformasi spiritual yang mengarahkan pada kehidupan yang beretika dan welas asih. Bahwa nilai-nilai agama mempunyai peran penting dalam pembangunan karakter masyarakat. Berke-Tuhan-an untuk kebersamaan, keadilan, kedaulatan dan keteladanan. Sebagai bentuk perwujuduan dari satu kesatuan dan ke-Bihinneka Tunggal Ika-an.

Karakter pribadi berpengaruh pada karakter sosial yang membentuk karakter masyarakat. Meminjam pendapat Samani (2011) bahwa karakter merupakan nilai dasar yang membentuk pribadi seseorang yang dipengaruhi oleh hereditas dan lingkungannya yang diwujudkan melalui sikap dan perilakunya dalam kehidupan. Karakter juga didefinisikan sebagai nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan, dirinya, lingkungan dalam perwujudan melalui pikiran, perilaku, sikap perkataan, perasaan dan perbuatan berdasarkan norma-norma, agama, hukum, tatakrama, budaya, adat istiadat, dan estetika (halaman 26).

Untuk meningkatkan karakter individu harus dilakukan melalui pendidikan, keluarga dan ligkungan. Kemudian ditransformasikan ke dalam bentuk keteladanan bagi generasi, pengamalan nilai-nilai etika dalam kehidupan setiap hari dan menjaga interaksi sosial antar masyarakat. Oleh karena itu sosial masyarakat dibentuk berdasarkan komunikasi, interaksi dan kerjasama antara individu.

Pembentukan karakter melalui pendidikan penting untuk ditingkatkan. Pendidikan tinggi merupakan pendidikan bagi para remaja yang menginjak dewasa. Disinilah mahasiswa mencari jati dirinya sebagai manusia. Proses pembelajaran di peguruan tinggi dapat membentuk karakter dan kepribadian mahasiswa. Pembelajaran dan pembentukan karakter di Perguruan Tinggipun harus dilakukan secara baik dan benar. Untuk meminimalisir terjadinya disorientasi pada nilai akademis dan perilaku mahasiswa.

Prof. Musdah Mulia dan Ira D Aini (2014) dalam bukunya berjudul Karakter Manusia Indonesia, yang mengutip pendapat Arendt yang meyatakan bahwa ketika pendidikan mampu melahirkan para anak didik yang mencintai dirinya, orang lain dan lingkungannya. Sesungguhnya mereka sadar bahwa ketiganya adalah satu kesatuan di dalam dunia ini, sehingga di dalalm diri mereka tumbuh rasa tanggung jawab untuk menjaga keharmonisan, kesejahteraan, dan kerukunan. Pendidikan tidak hanya pada aspek kognitif saja, tetapai aspek afektif dan psikomotorik juga dibentuk.

Pendidikan menjadi instrument penting dalam pembentukan karakter. Prinsip dasar pendidikan sesuai dengan tujuan dan cita-cita bangsa yang ditancapkan dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu: ……….untuk membentuk suatu pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial….. Prinsip itu tidak hanya menjadi simbolis saja, tetapi harus diaplikasikan dalam kehidupan nyata untuk membentuk masyarakat yang berkarakter.

Karakter bangsa Indonesia dibentuk melalui karakter masyarakatnya, karakter masyarakat dibentuk melalui karakter  keluarga, karakter keluarga dibentuk melalui karakter individu, dan karakter individu dibentuk melalui pendidikan, keluarga, dan lingkungannya. Jadi pembentukan karakter merupakan asimetris yang berkesinambungan antara pendidikan, keluarga dan lingkungan. Kemudian diwujudkan melalui pembangunan modal sosial ke dalam kehidupan sehari-hari.

Modal sosial yang tinggi menjadi indikator terhadap kemakmuran bagi masyarakat. Hal itu diwujudkan melalui kehidupan sosial yang harmonis, saling berbagi, kebersamaan, dan saling percaya serta tingkat toleransi yang tinggi dalam kehidupan masyarakat. (halaman 123). Oleh karena itu, perwujudan kedamaian, keadilan, keharmonisan, dengan menekankan pada aspek tingginya karakter. Karakter yang kuat dapat dijadikan sebagai sarana pembangunan modal sosial yang tinggi, sehingga tujuan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dapat tercapai dengan baik, degradasi moral dan krisis karakter dapat dibendung melalui pendidikan, keteladan keluarga, dan modal sosial masyarakat.

Buku ini menjadi pupuk peningkatan karakter, dengan ketebalan 450 halaman memberikan penguatan secara substantive dan kreatif dalam penyajiannya. Sri Sumarni merangkai kalimat per kalimat dengan alur yang mudah dipahami dan dimengerti secara terstruktur dan sistematis, sehingga menjadikan buku ini seperti lentera dalam krisis moralitas, krisis karakter dan krisis modal sosial. Dalam bab per bab buku ini memberikan keteladanan, inspirasi dan motivasi serta semangat juang dan pengorbanan melalui eksplorasi kalimat yang menghentak dan menakjubkan, gambar penuh inspirasi dengan harapan dapat dijadikan sebagai inspirasi dan keteladanan serta modal pembentukan karakater manusia menjadi lebih baik. Serta dilengkapi dengan modul pendidikan karakter berbasis penguatan modal sosial sebagai penguatan dalam pendidikan karakter dan untuk merangsang pembangunan karakter menjadi lebih baik.

Judul              : Pendidikan Karakter di Perguruan Tinggi
Penulis           : Dr. Sri Sumarni, M.Pd.
Penerbit         : Lentera Kreasindo
Cetakan          : I, Maret 2015
Tebal               : viii + 450 Halaman
Ukuran           : 16 x 24
ISBN               : 978-602-1090-38-1
Peresensi       : Hayat (Dosen Universitas Islam Malang)

About Admin

"Dari aswaja untuk bangsa" | Admin Utama | tasamuh.id@gmail.com | i.g @tasamuh.id | Lakpesdam Kota Malang

Lihat Juga

MEMBANGUN KESADARAN BERLITERASI

Menulis itu membutuhkan keterampilan dan ketekunan. Tidak hanya menuangkan ide atau gagasan saja, tetapi memberikan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *