Thursday , November 23 2017
Home / Buku / MEMBANGUN KESADARAN BERLITERASI
Sumber: https://m.timesindonesia.co.id

MEMBANGUN KESADARAN BERLITERASI

Menulis itu membutuhkan keterampilan dan ketekunan. Tidak hanya menuangkan ide atau gagasan saja, tetapi memberikan kemudahan dan pemahaman kepada pembaca agar apa yang ditulis dapat dipahami dan dimengerti. Tujuan menulis itu adalah objeknya jelas dan apa yang ingin disampaikan juga jelas. Oleh karena itu dibutuhkan kepekaan dan kekuatan pikiran bagi penulis dalam menuangkan tulisannya.

Penulis itu berorientasi pada pembaca, agar buku dan tulisannya laku dibaca. Dengan dibaca dan lakunya tulisan akan berdampak secara ekonomi dan keberdayaan bagi penulis itu sendiri. Mendatangkan rejeki dan keberkahan bagi keluarganya dan bermanfaat ilmunya. Walaupun banyak para penulis baru yang mengungkapkan bahwa menulis itu harus ikhlas dan sabar. Menulis saja apa yang ingin ditulis, orientasinya adalah tulisan kita selesai dan dapat didistribusikan serta sampai kepada pembaca.

Namun tidak bagi penulis yang menggantungkan hidupnya dari hasil tulisannya. Di dalam buku ini banyak dicontohkan oleh M. Iqbal Dawami dalam menjelaskan lika-liku kehidupan dalam dunia literasi. Dari judulnya saja sudah bikin tersentak, kaget dan heran, apalagi isinya. Menulis itu mempunyai orientasi bisnis dan keuntungan, tidak serta merta berbicara tentang tulisan yagn tidak menghasilkan. Menulis itu bekerja untuk mendapatkan penghasilan sebagai penghidupannya, terutama bagi penulis yang menggantungkan hidupnya dari hasil tulisannya.

Membaca hal itu, saya teringat akan teman dan sahabat saya. Ia adalah penulis hebat. Tulisannya sudah dimana-mana, jurnal, buku, essai, opini dan berbagai tulisan lainnya telah banyak dimuat diberbagai media, baik cetak maupun online. Ia mempunyai orientasi menulis untuk mendapatkan penghasilan, artinya menulis untuk mendapatkan uang. Telisik punya telisik, rata-rata tulisannya dimuat dimedia yang memberikan honor. Ia berpikir bahwa penulis itu harus dihargai, penulis itu harus diapresiasi, penulis itu harus dimuliakan. Cara paling sederhana untuk menghargai, mengapresiasi, dan memuliakan penulis adalah dengan memberikan penghargaan itu minimila berupa “uang lelah” sebagai bentuk konkretnya. Apalagi ia juga menggantungkan kuliahnya dari hasil tulisannya, hingga ia lulus S2.

Subhanallah, menulis itu bisa menjadi sumber penghasilan, bukan hanya menghasilkan karyanya saja, tetapi bisa menjadi ladang jihad menghidupi keluarga atau berjuang untuk bisa sukses dari tulisan-tulisannya. Dari situlah penulis akan bangkit, penulis mempunyai generasinya, penulis di indonesia akan tumbuh subur dan berkembang dari berbagai segemennya.

Hargai penulis, maka keberkahan dan kemanfaatan atas tulisannya akan terus mengalir kepada pembaca. Dengan demikian, maka pembaca akan menerima manfaat dan keberkahan itu sebagai konsekuensi dari penghormatannya kepada penulis serta dapat berdampak secara konkrit dalam kehidupan masyarakat yang berbudaya literasi dan mencintai tulis menulis sebagai gaya hidup. Belilah buku penulis dengan buku aslinya. Stop membeli buku bajakan, “haram” untuk dilakukan

Sungguh banyak ide dan gagasan yang disampaikan di dalam buku ini, terutama membangkitkan semangat dan membudayakan literasi di indonesia. Bahkan literasi itu harus dibangun dimulai dari keluarga. Membangun budaya literasi dari keluarga itu penting.

Iqbal Dawami memberikan contoh-contoh konkrit dalam kehidupan sehari-hari yang biasa dihadapi oleh masyarkat. Misalnya seperti budaya membaca pada anak. Anak mempunyai kecenderungan untuk meniru apa yang dilakukan oleh orangtuanya. Jika orangtua hanya mainan gadget, maka jangan salahkan anaknya jika anak tersebut juga akan terbiasa dengan gadget, begitu juga sebaliknya, jika orangtua membiasakan diri dalam membaca atau menulis, maka secara tidak langsung akan direkam oleh anaknya untuk ditiru dan diteladani, sehingga literasi penting untuk dimulai dari lingkungan keluarga yang akan membentuk karakter literasi ketika berinteraksi dengan dunia luar.

Buku Pseudo Lietarasi: Menyingkap Sisi Lain Dunia Literasi sangat menarik untuk dibaca bagi semua kalangan sebagai bentuk motivasi meningkatkan budaya literasi. Memberikan energi bagi tumbuhkembangnya lingkungan yang literat dan memberikan suntikan semangat dan gagasan baru bagi pengambil kebijakan untuk membangun regulasi yang baik dan bijak dalam hal dunia literasi sebagai sebuah keputusan yang dapat diimplementasikan dengan baik, sehingga dunia literasi di Indonesia semakin meningkat. Meningkatnya literasi akan mengiringi meningkatnya pertumbuhan kualitas manusia yang semakin berkualitas dan berdaya saing.

Judul               : Pseudo Literasi: Menyingkap Sisi Lain Dunia Literasi
Penulis             : M. Iqbal Dawami
Penerbit           : Magza Books
Cetakan          : I, Januari 2017
Tebal               : 225 Halaman
ISBN                : 978-602-60438-7-9
Peresensi         : Hayat (Dosen Universitas Islam Malang dan Peneliti Lakpesdam NU Kota Malang)

About Admin

"Dari aswaja untuk bangsa" | Admin Utama | tasamuh.id@gmail.com | i.g @tasamuh.id | Lakpesdam Kota Malang

Lihat Juga

Menelusuri Jaringan Keilmuan Ulama Bawean

Sudah banyak literatur yang membahas tentang jejak para ulama di Nusantara, namun tidak demikian dengan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *