Monday , September 25 2017
Home / Buku / Mengungkap Peran Perjuangan Kyai-Santri

Mengungkap Peran Perjuangan Kyai-Santri

Selama ini jika kita membaca sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia dari kaum penjajah, peran kyai-santri tidak begitu nampak. Terlebih pada era sebelum tahun 90an. Kalau toh ada, peran itu sedikit sekali disebut atau malah sengaja dilupakan. Kenyataan ini hampir dapat kita temukan dalam setiap uraian mengenai sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia, baik yang tertulis dalam buku pelajaran sejarah maupun buku-buku babon sejarah kebangkitan nasional.

Namun tidak demikian dengan buku berjudul “Kyai dan Santri dalam Perang Kemerdekaan” ini. Buku yang ditulis oleh H. Sholeh Hayat, SH ini menunjukkan fakta lain. Yaitu, bahwa kyai-santri memiliki peran yang sangat besar dan nyata dalam memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajah. Kyai telah menjadi figur bagi masyarakat dalam memimpin ke medan perang atau ke meja perundingan dengan penjajah (hal. 137).

Adalah Resolusi Jihad merupakan fakta sejarah yang tidak bisa dipungkiri oleh siapapun dalam mengobarkan semangat perlawanan masyarakat Surabaya terhadap tentara Inggris, dan berakhir dengan terbunuhnya Jenderal Mallaby. Peristiwa ini terjadi pada 10 Nopember 1945 yang kemudian dikenal dengan hari pahlawan. Resolusi ini digagas oleh Hadratusysyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari.

Tiga hari sebelum meletus peristiwa itu, pasukan Hizbullah yang dipimpin oleh KH. Nafik dan KH. Achyar menyerang gedung penggadaian yang dikuasai oleh Sekutu di Benteng Miring. Sementara itu pasukan Hizbullah di Surabaya Timur dipimpin oleh Abdurrahman dan Achyat bersama pasukan BKR dan BPRI mengepung gedung Internatio Jembatan Merah yang menjadi markas Jenderal Mallaby dan pasukannya. Di daerah Surabaya Tengah, Husaini Tiway dengan dibantu KH. Thohir Bakri menghadang truk-truk pengangkut logistik. Sedangkan di Surabaya Barat pasukan Hizbullah yang dipimpin oleh Hamid Has bersama BPR, PRI dan BPRI mengepung tentara Sekutu. Adapun di wilayah Surabaya Selatan terdapat pasukan Hizbullah dikomandani oleh KH. Mas Ahmad Sidoresmo memporak-porandakan stasiun Wonokromo.

Selain di Surabaya, perlawanan Kyai-santri terhadap penjajah terjadi di Jawa Barat. Pasukan Hizbullah dari Cilacap di bawah komando Kyai H. Muslih merebut kota Ambarawa yang sebelumnya telah dipantik perlawanan dari para kyai dan santri di bawah komando Kyai Komar dari Beringin.

Perlawanan yang serupa juga meluas hampir seluruh pulau Jawa dan Sumatera. Muncul perlawanan para kyai terhadap masuknya kembali Belanda ke tanah air, seperti KH. Halim Hasan, KH. Abdurrahman Syihab, HM. Bustami Ibrahim, Arsyad Thalib, KH. Zainal Arifin Abbas (komandan Hizbullah di Langkat), Syech Ismail Abdul Wahan, dan lain-lain.

Lebih dari itu, buku ini juga mencacat peran para kyai pesantren dalam mempertahankan bangsa Indonesia dari tangan penjajah. KH. As’ad Syamsul Arifin dengan 100 santri seniornya bergabung dengan laskar Sabilillah di Blauran saat pecah perang 10 Nopember 1945. KH. Mahrus Aly membawa puluhan santri Lirboyo untuk bergabung dengan pasukan Hizbullah di markas KH. Yasin Blauran. KH. Muhammad Hasan Genggong membentuk barisan pejuang “Anshoruddin” dalam rangka membendung agresi Belanda. Pun demikian KH. Mohammad Sholeh Tsalis Mustofa Bungah Gresik menjadi wakil ketua BPKP keasistenan Bungah, penasehat laskar BKR dan penasehat Penjilmaan Pertahanan Rakyat.

Begitulah buku yang sederhana ini menggambarkan fakta peran para kyai-santri dalam mempertahankan tanah air Indonesia dari tangan penjajah. Satu hal yang musti dicatat bahwa peran kyai-santri tersebut bukanlah legenda tetapi fakta yang tak mungkin berdusta. Selamat membaca!

Judul: Kyai dan Santri dalam Perang Kemerdekaan
Penulis: H. Sholeh Hayat, SH
Penerbit: PW LTNU Jatim
Cetakan: Agustus 2016
Tebal: xxxii + 189 halaman
Peresensi: M. Faisol Fatawi

About Admin

"Dari aswaja untuk bangsa" | Admin Utama | tasamuh.id@gmail.com | i.g @tasamuh.id | Lakpesdam Kota Malang

Lihat Juga

MEMBANGUN KESADARAN BERLITERASI

Menulis itu membutuhkan keterampilan dan ketekunan. Tidak hanya menuangkan ide atau gagasan saja, tetapi memberikan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *