Monday , September 25 2017
Home / Buku / Perihal Wujud (kehadiran) Nabi Muhammad
Risaalat fii itsbaat wujuud an-Nabi fii kulli makaan

Perihal Wujud (kehadiran) Nabi Muhammad

Kitab Risaalat fii itsbaat wujuud an-Nabi fii kulli makaan ini ditulis dengan narasi yang tidak hanya diperkuat dengan sumber naqli (al-Quran-Hadist) tetapi juga dengan analog-analog (qiyas) yang mudah ditangkap bahkan oleh pembaca awam seperti peresensi ini. Untuk mengawali penjelasan perihal wujud dan kehadiran (Rosullullah setelah wafat), sang penulis—Sayid Husain bin Muhammad as-Syaafiiy—memulai dengan paparan analogis supaya mudah dipahami umum, terkait gambaran bahwa alam (العوالم) tercipta bermacam-macam dan perwujudannya pun mempunyai dimensi berbeda. Mulai dari alam (ruang) rahim ibu, yang secara ukuran fisik tak selebar dunia. Setelah lahir manusia memasuki alam yang (dimensinya) lebih luas, yaitu alam fikir (عالم الفكر) dengan penjelasan penggambaran (dalil) bahwa ketika manusia menutup kedua mata kemudian berfikir—menurut Sayid Husain—, keadaan (الحال) menjadi meluas.

Setelah alam fikir adalah alam tidur (عالم النوم), yang di dalamnya jiwa (الروح) kita bisa pergi liar kemana tujuannya. Dengan ibarat  bahwa jiwa kita dalam mimpi itu “تعرج من الفرش الى العرش “. Kemudian meningkat lebih luas ke alam barzakh (عالم البرزخ), sebab ketika jiwa (الروح) terlepas dari badan maka ia menjadi lebih dekat dengan kuasa (otoritas) Yang Maha Pencipta (قوة المالك). Seolah semasa di dunia materiil (badan) ia terpenjara.

Berlanjut lagi ke alam kebangkitan/hidup kembali (عالم الحشر والنشر) atau juga disebut alam mahsyar, dimana semua makhluk dihidupkan kembali dan dikumpulkan pada hari kiyamat. Pada saat itulah publikasi catatan amal kita dilakukan. Yang lebih luas lagi adalah alam surga-neraka (عالم الجنة والنار ). Alam terakhir ini yang lebih luas dari semua alam.

Dan yang terpenting adalah bahwa yang lebih luas dari semua alam tersebut adalah anugrah dan rahmat Allah (فضل الله و رحمته), serta pengampunannya.

Akan lebih jelas saudara-saudariku semua bisa membaca pada lembaran-lembaran selanjutnya. Kitab dengan halaman yang relatif tipis ini bisa dibaca di waktu senggang untuk menambah pengetahuan mengenai Sang uswatun hasanah. Terlebih bagi para pecinta sholawat kitab ini patut dibaca sebagai ‘asupan’ untuk memantapkan keimanan, sehingga semakin istiqomah dan lebih meresapi pujian-pujian yang dialamatkan kepada kekasih al-Amin Muhammad Shollallah ‘alaih wa sallam. Akhir kata, mari kita semua terus memohon (doa/ikhtiar) untuk mendapatkan ridlo Allah dan syafaat Rosulullah. Diantaranya—yang relatif mudah kita lakukan—adalah senantiasa memohon pengampunan (istighfar) dan sholawat kepada manusia pilihan (Nur) Muhammad SAW, rahmat semesta alam. Allahu a’lam. Selamat membaca.

Judul               : Risaalat fii itsbaat wujuud an-Nabi fii kulli makaan
Penulis            : Husain bin Muhammad as-Syaafiiy
Penerbit          : al-maktabah at-takhosshushiyah li ar-raddi ‘alaa al-wahhabiyah
Peresensi        : Winartono

About Admin

"Dari aswaja untuk bangsa" | Admin Utama | tasamuh.id@gmail.com | i.g @tasamuh.id | Lakpesdam Kota Malang

Lihat Juga

MEMBANGUN KESADARAN BERLITERASI

Menulis itu membutuhkan keterampilan dan ketekunan. Tidak hanya menuangkan ide atau gagasan saja, tetapi memberikan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *