Friday , January 19 2018
Home / Peristiwa / SABILILLAH BENTUK TIM GELAR PAHLAWAN KH MASJKUR

SABILILLAH BENTUK TIM GELAR PAHLAWAN KH MASJKUR

Tasamuh.id
MALANG, 10/11/2017 –-Periode perjuangan kemerdekaan menjadi bagian penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Terutama bagi kalangan pesantren, peristiwa perjuangan kemerdekaan memiliki makna tersendiri. Pasalnya, kalangan pesantren turut terlibat dalam pergerakan perlawan tersebut yang ditandai dengan fatwa resolusi jihad oleh Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari yang diyakini menjadi preseden terjadinya rentetan peristiwa monumental lain seperti peristiwa 10 November 1945. Perisitiwa ini kemudian dicatat sebagai Hari Pahlawan Nasional, sedangkan hari dikeluarkannya fatwa yaitu pada tanggal 22 Oktober 1945 telah ditetapka sebagai Hari Santri Nasional oleh Prosiden Joko Widodo dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden (Keppres) No. 22 tahun 2015.

Dalam sejarah perjuangan tersebut perlu dicatat nama seorang tokoh yang berasal dari Singosari Malang bernama KH Masjkur. Bersama kiai-kiai lain KH Masjkur menjadi komando laskar kiai yaitu Laskar Sabilillah. Laskar Sabililillah, beserta laskar-laskar lain seperti Laskar Hizbullah dan Laskar Rakyat, dalam catatan sejarah bangsa ini turu memberikan sumbangsih besar dalam perjuangan kemerdekaan. Selain itu, KH Masjkur juga dipercaya untuk menjadi anggota Syou Sangkai (sekarang DPRD) ketika masa pendudukan Jepang. Beliau juga terpilih sebagai anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dan Konstituante yang berjasa penting untuk merumuskan dasar-dasar negara bersama para tokoh lainnya.

Karena alasan tersebut, Yayasan Sabilillah Malang dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Malang bersama-sama elemen masyarakat lainnya telah sepakat untuk mengajukan KH Masjkur sebagai Pahlawan Nasional.

Bermula dari surat usulan kepada Departemen Sosial RI (sekarang Kementrian Sosial RI) oleh Pengurus Cabang GP Ansor Kabupaten Malang pada tahun 1995 yang waktu itu dipimpin KH Farhan Ismail untuk memberikan gelar pahlawan kepada KH Masjkur Singosari. Namun, apa yang telah dilakukan oleh KH Farhan Ismail dan sahabat-sahabatnya di PC GP Ansor tidak dilanjutkan seiring dengan pergantian pengurus. Hingga akhirnya pada tahun ini (2017, red) kembali disuarakan.

Agenda pertama dilaksanakan oleh Pengurus Laspesdam NU Kota Malang dengan menggelar rangkaian Harlah NU ke-94 berupa Sarasehan Santri yang bertema “Meneguhkan Kembali Peran Kiai-Santri dalam Kemerdekaan Bangsa Indonesia” pada Senin 10 April 2017 di Aula KH Masjkur Masjid Sabilillah. Kegiatan ini turut menghadirkan sejarawan NU yaitu KH Sholeh Hayat SH dan KH Drs Ng Agus Sunyoto MPd.

Kemudian, pada tanggal 19 Oktober 2017, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama, Yayasan Sabilillah beserta Pemerintah Kota Malang kembali menggelar kegiatan seminar dengan tema “Meneguhkan Peran Santri dalam Bela Negara, Menjaga Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia” yang bertempat di Hotel Grand Palace Malang.

Menurut KH Mas’ud Ali, setelah dari Grand Palace tersebut akhirnya dibentuk tim untuk kembali mengusulkan KH Masjkur sebagai pahlawan nasional. “Posisi tim ini adalah peneliti yang mewakili unsur masyarakat untuk pengusulan gelar kepahlawanan KH Masjkur kepada pemerintah yang diajukan ke pemerintah setempat (pemda tingkat dua/Kota Malang, red) hingga terus naik sampai tingkat kementerian sosial dan presiden” imbuh Wakil Rois Syuriah PC NU Kota Malang yang sekaligus Ketua Yayasan Sabilillah ini.

Hingga berita ini diterbitkan, tim peneliti gelar kepahlawanan KH Masjkur terus bekerja dimulai dengan pengumpulan bahan-bahan untuk penyusunan naskah akademik hingga menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan sejarawan, pakar, jurnalis dan unsur lainnya. Sebagaimana yang disampaikan oleh sekertaris tim M Faisol Fatawi bahwa bahan untuk keperluan penelitian sudah tekumpul dan sekarang sudah proses penyusunan naskah akademik. Pihaknya juga menyebutkan pemenuhan prosedur pengusulan gelar pahlawan nasional berdasarkan Undang-undang No. 20 tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah (PP) No.35 tahun 2010 sebagian besar telah terpenuhi.

“Sudah hampir terpenuhi, sedang proses penyusunan. Mohon doa dan dukungan dari semua” imbuh Ketua Lakpesdam NU Kota Malang ini.

Perlu diketahui, berdasarkan ketentuan yang ada, terdapat syarat umum dan khusus yang harus dipenuhi untuk mengajukan gelar pahlawan antara lain: pernah berjuang di wilayah NKRI, memiliki integritas moral dan keteladanan, berjasa terhadap bangsa dan Negara, berkelakuan baik, setia dan tidak mengkhianati bangsa dan Negara, tidak pernah dipidana, pernah memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata atau perjuangan politik atau lainnya, tidak pernah menyerah kepada musuh, pernah melahirkan gagasan dan pemikiran, pernah menghasilkan karya besar yang bermanfaat bagi kesejahteraan dan martabat, dan memiliki konsistensi jiwa dan semangat kebangsaan yang tinggi.

Seusai naskah akademik selesai ditulis, tim menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Jejak Perjuangan KH Masjkur: Sebelum dan Sesudah Kemerdekaan” yang diselenggarakan pada Kamis 7 Desember 2017 di Aula Astanawa Gayungsari Surabaya. Sebagaimana disampaikan oleh ketua tim Profesor Dr KH Kasuwi Saiban bahwa kegiatan seminar tersebut bertujuan untuk (1) memberikan masukan berupa penambahan atau pengurangan terhadap subtansi draf naskah akademik yang sudah disusun oleh tim; (2) memberikan kesaksian (positif-negatif) mengenai pengusulan KH Masjkur sebagai Pahlawan Nasional; dan (3) mencari legitimasi publik/masyarakat mengenai riwayat perjuangan KH. Masjkur, dengan menghadirkan beberapa narasumber antara lain Prof Dr KH M Tholchah Hasan (Menteri Agama 1999-2001), Prof H M Mas’ud Sa’id PhD (Staf Khusus Menteri Sosial RI), Drs KH Ng Agus Sunyoto MPd (Sejarawan & Ketua Umum PP Lesbumi), dan Drs H Choirul Anam (Sejarawan NU dan Kurator Musem NU).

Adapun tim yang dimaksud terdiri dari dewan pengarah diantaranya KH Tholhah Hasan MA, KH Chamzawi Syakur, KH Mas’ud Ali, Profesor Mas’ud Said, KH Farhan Ismail dan lain-lain. Sementara untum tim peneliti diketuai oleh Profesor KH Kasuwi Saiban, sekertaris M Faisol Fatawi, dan anggota Mohammad Mahpur, Achmad Diny Hidayatullah, Hayat, Abdur Rahim, Heru Pratikno, dan lain-lain.

About Admin

"Dari aswaja untuk bangsa" | Admin Utama | tasamuh.id@gmail.com | i.g @tasamuh.id | Lakpesdam Kota Malang

Lihat Juga

Masyarakat Usulkan Komandan Sabilillah Jadi Pahlawan Nasional

Tasamuh.id Surabaya — Pada era revolus fisik yang pernah ada di tanah air, satu nama ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *