Thursday , August 16 2018
Home / Peristiwa / Sabilillah Resmikan Rumah Produktif bagi Anak Yatim

Sabilillah Resmikan Rumah Produktif bagi Anak Yatim

Tasamuh.id
Mengapa harus ada Rumah Yatim Produktif ? Tentunya nama ini memiliki tujuan agar anak yatim tidak hanya sebagai komoditas tetapi meningkatkan identitas anak yatim untuk selalu siap menjadi generasi powerfull di masa mendatang. Begitulah harapan dari para pengurus Yayasan dan Lazis Sabilillah Malang ketika berniat untuk mendirikan rumah yatim tersebut hingga dapat diresmikan dalam acara soft launching pada Sabtu, 28 Juli 2018 bersama para Pengurus Yayasan Sabilillah dan para donatur.

Turut hadir Ketua Dewan Pembina Yayasan Prof Dr KH Moch Tholchah Hasan, Ketua Umum Yayasan Drs KH Mas’ud Ali MAg, Kabag Kesra dan Kemasyarakatan Setda Kota Malang Drs Ali Mulyanto MM sekaligus mewakii Plt. Wali Kota Malang, Perwakilan dari Kapolres dan Kodim, tokoh masyararakat Tunjungsekar, dan tim pengusul gelar pahlawan untuk KH Masjkur.

Sebagaimana disampaikan oleh menejer pelaksana program, Sulaiman, kerja ini tidak lain adalah bagian dari distribusi zakat, infaq dan shodaqoh dari Lazis Sabilillah Malang yang selama ini disalurkan pada anak-anak yatim mulai dari SD, SMP dan SMA. Meski pelaksanaan pembinaan sudah berjalan sudah lama namun dengan adanya rumah yatim ini akan meningkatkan kualitas pembinaan.

“Memang terkesan sangat cepat. Dirancang dalam waktu yang singkat oleh Yayasan Sabilillah dan disiapkan juga secara singkat yang luas tanahnya mencapai 360 m2 dengan nilai 1.7 Milyar” imbuhnya.

Sementara Ketua Lazis Sabilillah, Abdul Adhim Irsyad menegaskan, melalui rumah ini kita dapat menyediakan rumah huni bagi anak-anak yatim secara bersama-sama melalui Lazis Sabilillah Malang agar dapat saling memudahkan untuk memberikan perhatian dan pembinaan pada anak-anak yatim secara bersama-sama.

“Dengan pembinaan yang selama ini sudah dilakukan, Lazis sudah mengantarkan anak-anak binaan hingga jenjang perguruan tinggi bahkan ada pua yang sedang menempuh jenjang S-2 Filsafat di UGM. Ada pula yang sudah menjadi tentara dan tersebar di mana mana” tegas Dosen Bahasa Arab Universitas Negeri Malang tersebut.

Salah seorang anak binaan bernama Alwan Tafsiri, asli dan lahir di Jodipan Kota Malang berkesempatan memberikan testimoni. Alwan menjadi anak asuh Lazis sejak kelas 1 SMP, MAN 3 (sekarang MAN 2) Kota Malang. Ia melanjutkan pendidikan S1 dan S2 di UGM. Bahkan Alwan menjadi lulusan terbaik dengan IPK 3. 91. Saat ini Alwan sedang menyelesaikan Tesis di Filsafat UGM.

Prof. M. Mas’ud Said, Ketua Bidang Sosial Yayasan Masjid Sabilillah mengisahkan, rumah ini terbeli meskipun dengan urunan dan kurang lebih membutuhkan waktu 6 bulan. Rumah Yatim ini adalah milik kita bersama sehingga semua saling menjaga dan berkonstribusi bagi kelangsungan rumah ini.

Bagi Cak Ud, panggilan popnya, di rumah yatim produktif ini ketika Al-Qurannya jalan, akademiknya jalan, Bahasa Inggrisnya jalan, ketrampilan hidupnya jalan, sholat malamnya jalan maka akan cukup mengantarkan anak-anak ini menjadi generasi terbaik. Dalam pembinaannya nanti akan bersinergi dengan Pondok Quran KH. Alwi Bashori, bekerjasama dengan perguruan tinggi, dan pihak lain yang akan bisa meningkatkan kualitas anak-anak yatim lebih bermartabat. Melalui rumah ini, mereka tidak menjadi anak-anak yang terkekesan kumuh, miskin dan terpinggir.

Kegiatan peluncuran ini diisi tausiyah KH Tolchah Hasan selaku pembina Yayasan Masjid Sabilillah. Kalau di luar sana, panti asuhan hanya mengumpulkan anak-anak tetapi tidak ada target. Di sini, semua anak yang ditampung ini menjadi anak-anak yang harus dipersiapkan menjadi produktif.

Menjadi anak yatim itu sebuah tragedi. Kehilangan bapak dan jaminan hidup ini merupakan goncangan bagi anak-anak. Perasaan ini dikuatkan karena beliau sendiri juga seorang Yatim. Beliau bercerita saat kecil sedang menggandol truk untuk rekreasi, bagaimana rasananya diturunkan dari truk karena tidak bisa membayar meskipun murah. Ini adalah bagian dari cerita penyesalan, diturunkan dari truk ini merupakan peristiwa yang menyedihkan di saat teman-teman kecilnya mampu membayar untuk rekreasi.

Hari ini, saya sudah kemana-mana sehingga dengan semangat ini diyakinkan bahwa rumah ini akan mengantarkan mereka menjadi anak-anak yang luar biasa, pungkas Menteri Agama era pemerintahan Gus Dur. Beliau mengingatkan juga bagaimana para ulama terdahulu seperti Imam Syafii, Al Ghozali juga seorang yatim.

Sebuah generasi itu selayaknya disiapkan menjadi generasi yang pinter-kreatif-berkarakter. Meski pinter tetapi tidak kreatif maka tidak bisa menjadi apa-apa. Maka rumah ini harus mengantarkan anak-anak yang pinter, kreatif dan berkarakter. Untuk itu dibutuhkan pendampingan psikologis dari para ahli psikologi untuk memberikan garansi motivasi atau semangat membangkitkan daya ungkit anak-anak menjadi percaya diri. Selain itu juga harus ditopang oleh pendampingan medis atau kesehatan fisik.

Aroaital ladzi yukadzibu biddin. Kalau yang pingin tahu orang yang membohongi agama maka lihatlah perlakuan mereka pada anak yatim. Tidak berbuat kasar dengan yatim. Kalau orang jahiliyah ketika melihat anak yatim maka diperebutkan terutamanya jika ayahnya memiliki harta yang banyak, tetapi mereka seringkali menghardik anak-anak itu ketika meminta hartanya. Maka ayat ini turun yang menegaskan bahwa jika kamu ingin tahu siapa yang mendustakan agama maka lihatlah cara mereka dalam memperlakukan anak yatim.

Pesan terakhir dari mengutip pesan KH. Masykur ”kalau hidupmu tidak keleleran maka jangan pernah tidak mengurusi Masjid dan anak yatim,” tegas anak angkat KH Masykur, KH. Tholchah Hasan.

Penulis: Mohammad Mahpur
Penyelia Aksara: Hayat

About Admin

"Dari aswaja untuk bangsa" | Admin Utama | tasamuh.id@gmail.com | i.g @tasamuh.id | Lakpesdam Kota Malang

Lihat Juga

Sadar Aksara, NU Ranting Rintis Perpustakaan

Tasamuh.id, Pentingnya pemberantasan buta aksara menjadi perhatian khusus bagi kepengurusan NU Ranting Simo Kecamatan Soko ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *