Monday , September 25 2017
Home / Buku / Sosok Santri Teladan dan Kiai Panutan*

Sosok Santri Teladan dan Kiai Panutan*

Istilah santri dan kiai merupakan kata yang tidak asing di dunia pesantren. Bahkan tiga term kata ini (santri, kiai dan pesantren) menjadi hal yang sangat populer bagi masyarakat Indonesia utamanya di tanah Jawa. Bahkan jauh sebelum berdirinya bangsa Indonesia, santri dan kiai sudah turut andil dalam membangun peradaban dan pendidikan masyarakat di Indonesia. Tidak heran jika peran kaum santri dan kiai dalam mendirikan, memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia telah banyak tercatat dalam sejarah perjuangan bangsa ini.

Sudah banyak diketahui bahwa kata “Santri” dalam berbagai bahasa yang telah diserap dalam bahasa Indonesia mengandung makna kaum terpelajar. Sedangkan “Kiai” adalah gelar dari masyarakat yang diberikan karena keluasan dan kedalaman ilmunya, serta karena pengabdiannya untuk masyarakat di sekelilingnya. Adapun “Pesantren” adalah sebuah pendidikan tradisional para santri , belajar di bawah bimbingan seorang kiai dan mempunyai asrama untuk tempat menginap.

Ialah KH. Chamzawi sosok santri teladan dan kiai panutan hari ini. Kedekatannya dengan banyak orang dari berbagai kalangan dan ilmunya yang luas-mendalam menjadikan alumni Pondok Pesantren Lirboyo ini kerap mendapatkan amanah dari masyarakat. Kiai dengan predikat khumul; bagi kalangan pesantren khumul adalah sifat sederhana dan kharismatik. KH. Chamzawi adalah pribadi ‘alim yang santun dan penyabar. Beliau sangat bersahaja dalam penampilan  dengan bersarung dan berpeci sehinga auranya terpancar keteduhan seorang pendidik sejati. Beliau saat ini adalah pengasuh Ma’had Sunan Ampel Al Aly UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sekaligus Rois Syuriah PCNU Kota Malang.

Buku dengan judul “Santri dan Kiai (Percikan Pemikiran dan Kesaksian Melepas Masa Pengabdian KH. Chamzawi)” merupakan salah satu buku bunga rampai monumental dalam sejarah literasi pesantren di Indonesia. Sebuah buku yang digagas dalam rangka Purna Bhakti KH Chamzawi yang mengakhiri masa pengabdiannya sebagai dosen Pegawai Negeri Sipil (PNS) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Menjadi saksi abadi terhadap sosok santri teladan dan kiai panutan dalam perjalanan dan pengabdian KH. Chamzawi selama ini.

Beberapa penulis buku ini sebut saja misalnya ada Abdul Malik Karim Amrullah, Ach. Dhofir Zuhry, Fauzan Alfas, Imam Suprayogo, Ngainun Naim dan Robikin Emhas. Dari sekian banyak karya dari para kontributor, buku ini dikemas dalam lima bagian utama. Bagian pertama ialah “Kiai Chamzawi: Perjalanan Hidup dan Kiprahnya”. Pada bagian ini disusun berdasarkan pengalaman dalam perjumpaan dengan Kiai. Menjadi sebuah “biografi” KH. Chamzawi yang dapat dijadikan rujukan bagi siapapun yang ingin belajar dan mendalami teladan beliau.

Bagian kedua yaitu “Manusia; Sikap dan Kebudayaan”. Berisi beberapa gagasan yang ditulis secara serius tentang sosok tauladan KH. Chamzawi yang sangat menginspirasi. Pada bagian ketiga adalah “Islam, Pendidikan dan Pesantren”. Memuat sejumlah tulisan sosok KH. Chamzawi akademis yang kyai. Bukan akademisi yang arogan dan selalu merasa paling benar sendiri atas nama obyektifitas dan otonomi keilmuan; melainkan akademis yang santun dan tawadhu’.

Bagian keempat mengupas seputar “NU dan Masa Depan Dunia”. Sebuah tema untuk menunjukkan bawah NU memiliki kontribusi besar terhadap masa depan duani. Dan bagian kelima adalah “Organisasi, Pengabdian dan Kepemimpinan” yang menggambarkan apa saja yang telah dilakukan oleh KH. Chamzawi. Sosok kiai spritualis-kharismatik yang populis, peduli kaderisasi dan regenerasi, peduli umat sekaligus pelopor dan penegak Islam Wasathy ala Ahlussunnah wal Jama’ah an Nahdhiyah.

Oleh sebab itulah kehadiran buku ini dapat dijadikan pedoman bagi para santri dan kiai. Buku yang diharapkan menjadi pemicu gerakan literasi kaum santri di Indonesia. Momentum kebangkitan santri yang diikuti dengan Hari Santri Nasional tahun 2016 ini. Lebih dari itu melestarikan jejak langkah pengabdian KH. Chamzawi sebagai sosok santri teladan dan kiai panutan di masa-masa yang akan datang. Layak untuk dibaca dan dikaji oleh berbagai kalangan baik akademisi maupun non akademisi tentang salah satu sepak terjang kiai dan santri yang selalu istiqomah dalam perjuangannya. Menjadi garda terdepan dalam proses pembangunan bangsa Indonesia.

Judul: Santri dan Kiai (Percikan Pemikiran dan Kesaksian Melepas Masa Pengabdian KH. Chamzawi)
Penyunting: M. Faisol Fatawi dan Abdur Rahim
Penerbit:  Lentera Kreasindo – Yogyakarta
Cetakan I:   September 2016
Tebal :   xvi + 299 halaman
Peresensi: Ahmad Makki Hasan**

* Tulisan ini pernah dimuat di surat kabar harian Malang Post, edisi Minggu, 23 Oktober 2016. ** Alumni PP. Zainul Hasan Genggong Probolinggo dan PP. Nurul Huda Mergosono Malang.

About Admin

"Dari aswaja untuk bangsa" | Admin Utama | tasamuh.id@gmail.com | i.g @tasamuh.id | Lakpesdam Kota Malang

Lihat Juga

MEMBANGUN KESADARAN BERLITERASI

Menulis itu membutuhkan keterampilan dan ketekunan. Tidak hanya menuangkan ide atau gagasan saja, tetapi memberikan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *