Thursday , November 23 2017
Home / Hikmah / Selongsong Paku
Sumber: https://userscontent2.emaze.com/images/96c705fc-9c95-46a3-9575-c8a1c38e3811/8962df1e-f1f7-496f-ad5f-e02955bf1d32.jpg

Selongsong Paku

Seorang ayah memberi kantong berisi paku kepada anaknya. “Hai anakku, tancapkanlah satu paku pada pagar kebun belakang rumah setiap kamu menyakiti atau memukul seseorang!” perintah sang ayah kepada anaknya.

Anak itu menjalankan wejangan yang diberikan oleh ayahnya. Setiap ia menyakiti atau berbuat zhalim kepada orang lain, ia selalu menancapkan paku-paku itu pada pagar. Ia tidak mengetahui secara pasti maksud sang ayah kenapa harus menancapkan paku setiap melakukan kesalahan kepada orang lain.

Hari demi hari selongsong paku yang diberikan oleh sang ayah semakin menipis seiring dengan perbuatan yang dilakukan oleh anak itu. Hingga suatu hari paku-paku itu tak tersisa sedikitpun. Anak itu memberitahu ayahnya dengan penuh girang karena paku-paku itu telah habis.

“Bagus anakku, kamu sekarang telah meng-hisab dirimu sendiri. Tetapi kamu belum bisa menyudai kebiasaanmu,” ucap ayahnya.

Sejenak anak itu tertegun, merasa heran atas ucapan ayahnya. “Apa yang harus aku lakukan setelah ini?” tanyanya kepada sang ayah penuh kepolosan.

“Setelah ini, kamu harus mencabut paku-paku itu setiap kamu bisa menjaga diri untuk tidak berbuat menyakiti orang lain!” lanjut ayahnya.

Sang anak pun kembali melakukan titah ayahnya. Satu per satu paku-paku itu dicabut saat dirinya bisa mengontrol untuk tidak menzhalimi orang lain. Saat sudah tidak ada lagi paku yang harus dicabut, maka ia pun melapor kepada sang ayah.

“Bagus anakku. Kamu telah menjadi anak yang baik, tidak menyakiti lagi orang lain. Lihatlah lobang bekas paku-paku yang terdapat pada pagar itu! Kamu sudah berhasil mencabut paku-paku itu. Tetapi wahai anakku…, kamu tidak bisa menghapus lobang bekasnya,” kata sang ayah.

Sang anak hanya terdiam. Tak sepatah kata pun keluar dari bibirnya.

“Kamu jangan menyakiti orang lain dengan kata-katamu! Karena selamanya kamu tidak bisa menghapus luka akibat perkataanmu itu,” imbuhnya pada sang anak.[mff]

About Admin

"Dari aswaja untuk bangsa" | Admin Utama | tasamuh.id@gmail.com | i.g @tasamuh.id | Lakpesdam Kota Malang

Lihat Juga

JEMBATAN KESUKSESAN DAN KEBAHAGIAAN

Kebahagiaan dan kebaikan merupakan salah satu tujuan bagi hampir seluruh lapisan masyarakat. Dalam kalimat lain, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *